Namanya lilian true.Ada versi yang tumbuh membentuk lingkaran dalam ukuran setara futura. Ada pula yang khas berbatang pedang panjang ala Lorentii. Warna hijaunya tegas dengan pinggiran berwarna kekuningan. Berdaun keras dan rada mengkilat. Pertumbuhannya nggak cepet-cepet amat dan kalo ditaruh di dalam ruangan jadi rada pendek gitu. Etiolasi mungkin.
So, paling nggak seminggu 2x musti dikeluarin untuk mendapatkan daun cerah dan pertumbuhan optimal. Sesekali disemprotin pupuk organik boleh juga.
Kebetulan lilian true model pedang milikku pernah kena bercak busuk kering yang cukup lama. So bentuknya belum pernah tinggi-tinggi amat, setiap muncul bercak dikit maka kupotek. Begitu terus. Trus nggak berani sering-sering kusemprot pupuk, dan maka amat jarang pula kupisah-pisah.
Kalo lilian true yang versi cebol baru dapet sebulanan deh. Hasil hunting di tukang kembang sekitaran RS Persahabatan. Awalnya cuma pingin cuci mata dan olah raga pagi. Cinta pandangan pertama justru tertuju pada bambu air dan melati air variegata (itu nama kata abangnya loh!, emang ada gitu? ia versi kerdilnya melati air dan dengan daun berbercak krem), dan bonusnya beli sanse. Itupun setelah harga sepakat kutinggal pulang dulu (taelah....nggak niat amat yak?, siang baru kubayar hehehe...). Si abang itu punya lumayan banyak koleksi sanse. Sayang ngehargainnya komersil banget. Semakin keliatan kita tertarik maka semangkin gila harga yang ditawarkan. So, aku memilih cara muter dulu dengan beli taneman lain sebelum beli sanse-nya. Itupun yang dia nggak tahu namanya (waktu itu aku juga nggak tahu sih hehehe, baru semingguan kemudian liat gambarnya di buku Bu Lanny). Waktu mbeli, sempet juga aku nawarin barter dengan melati airku yang bejibun karena OD pupuk. Sayang dia nggak mau hikhikhik...
2 komentar:
Ruar biasa... banyak sekali koleksi sansenya... ijin pasang link di blogku ya...
Sile mas...thanks udah mampir ya...
Posting Komentar