Seminggu setelah beli si tumpuk, Kiki lewat lagi di depan kios bunga depan mesjid Babussalam. Ehhh...si hahni kuning masih ada. Eh, kamu hahni bukan sih? Kok kamu belum dibeli? Si abang kemahalan ya nawarin kamu? Atau dikau memang ingin bertemu lagi dengan si tumpuk bekas teman sebangkumu itu?Ya udah, secara dompet masih memadai, kugondol ia pulang tanpa media. Pok pok pok bentar (ini kali bunyinya waktu kumasukin dia ke pot dan kutuangi pasir malang). nggak sampai lima menitan, maka tampil cantiklah ia menyambut tamu di foyer-ku. Semoga dikau awet yaaa....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar