Tapi, kalo India boleh punya sanse lokal yang bernama Bandipur, masak Indonesia nggak boleh punya hihihihi....ya terserah deh, soal nama internasional serahkan aja pada ahlinya. Hanya nama dagang lokal ya Javanica. Cirinya mudah tumbuh dimana aja, cepet pula. Warna daun relatif muda kalo terpapar panas terus terusan. Seperti jenis sanse yang lain, stek daun bakal bikin dia jadi lebih roset dan dengan ukuran daun lebih pendek dari induknya. Kata saya sih bagusan hasil stek daunnya ketimbang indukan yang semrawut awut-awutan seperti gambar kiri atas. Versi mini-nya juga bagus apalagi kalo dipotin variasi dgn jenis mini yang lain juga (liat nih potonya, tengah, belakang si garis-garis)
Kamis, 21 Agustus 2008
Sanse-Javanica
Sanse-Lavranos
Selasa, 19 Agustus 2008
Sanse-upacara
Sanse-Hallii Pink Bat
Baru berumur satu hari. Diadopsi dari Flona 2008 Lapangan Banteng. Tepatnya dari tempatnya Pak Aris Sekar Kampoeng. Beliau juga punya Eilensis, buka harga 25000k. Way too expensive for me...
This pink bat already cost me a fortune. And will give me even more fortune. Cross my fingers!
Sanse-nitida
Sanse-beranak
Sanse-holiday
Senin 18 Agustus semua kusemprot bactocyn supaya gak dihinggapi jamur dan bakteri. Satu batang coppertone kucacah jadi tiga untuk percobaan. Juga sebatang jenis cylincrica yang gak tau namanya. Semoga berhasil. Sorenya ngambil my precious halli 'pink bat' dari Sekar Kampoeng. Semoga beranak terus. Amin.
Sanse -nyambung
Sanse-kirkii
Ada versi pulchra (atau puchra ya?). Lihat di http://kiki-myownthing.blogspot.com/2008/07/sanse-gembrong.html, ada versi coppertone (anakan berbatang tunggal, stek daun meroset) http://kiki-myownthing.blogspot.com/2008/05/sanse-narsis.html, ada juga versi yang masih jarang di Indo yaitu 'silver blue' http://kiki-myownthing.blogspot.com/2008/08/sanse-kirkii-silver-blue.html, lalu juga ada var kirkii atau nama Indo-nya 'coral blue' http://kiki-myownthing.blogspot.com/2008/06/sanse-koral-biru.html yang barusan lagi beranak lucu banget. Sebulan lalu di pameran Taman Mini dapet satu lagi yang udah berusia lebih dari 4 tahun. Masih varian kirkii coppertone hanya dari stek daun. anaknya ada 3 diseputaran induk. Warna lebih muda dari yang sudah ada, kemungkinan karena faktor media dan cahaya. Kalau rajin dijemur setiap hari s/d pukul 10.00 pagi maka daunnya akan semakin cerah ibarat daun mati. Secara bentuk, this one is my favorite.
Sabtu, 16 Agustus 2008
Sanse-humiflora
Sanse-hallii
Hallii yang milik kami ini adalah versi generik. Hijau biasa aja gitu, plain. Jujur beli karena sekedar pingin punya. Harga termurah di kelasnya. Dapet dari ecoliving seperti juga si kirkii silver blue. Rimpangnya orange dan kayaknya perlu ditanam rada dalam. Saat ini kondisinya belum begitu prima, rada kisut, belum tahu kenapa. Masih nunggu ahlinya buat ngasih tips and tricks...
Sanse-horwood
FKH adalah singkatan nama Sir Francis K. Horwood yang pada jamannya merupakan si kolektor dari habitat aslinya, Kenya. Dituliskan bahwa ia mudah ditumbuhkan. Hanya pengalaman pribadi bilang ia lambat tumbuh. Khas sanse daun tebal. Pengalaman seorang kawan menunjukkan bahwa ia juga rentan terkena aspergillus niger. Biasanya hanya jenis daun tipis (trifasciata) yang rentan. So pengalaman yang bagus untuk tidak membedakan jumlah dan periode aplikasi fungisida.
Milik kami ini berasal dari stek daun. Versi mature indah sekali mirip topi clown yang mengarah ke berbagai penjuru angin itu (a.k.a lanset, liat deh di buku Trubus). Beli ini sekitar Juni 2008 dari Om Boen, yang waktu itu memesona dengan malawi bat variegata-nya. Dalam dua bulan akuisisi, warnanya semakin menggelap dan pucuk daun tengah perlahan meninggi. Perlahan benar. Kabarnya ia rakus hara. Maka dah 2 x kubenamkan NPK 14:14:14 sesendok teh dalam medianya. Pesan Om Boen adalah tidak perlu re-potting sampai 4 tahun ke depan. Hah...sedemikian leletkah ia tumbuh. We'll see...
Sanse-kirkii silver blue
Kabar dari Flona 2008, milik suatu nursery asal Yogya ludes dipinang pembeli Filipin. Yah memang kabarnya stok disana habis, dah dibeli para kolektor Indo yang kemudian tahan barang nggak mau ngelepas dulu. Ya secara kirkii yang rada lelet numbuh dan belum sepenuhnya mampu diproduksi massal ala kultur jaringan maka trend harga diperkirakan masih headed north. So, this one is my beautiful-precious investment.
Sanse-perrotii
Sanse milik kami ini dilabeli s. perrotii oleh penjualnya. So, kalau ada kesalahan pemberian nama please feel free to sue him, not me. Saya suka dengan warnanya yang agak kebiruan dan daunnya yang keras. Cantik sekaligus maskulin. Didapat sekitar Juli 2008. Belum banyak yang punya atau jual, so I guess this worth the price.
Selasa, 12 Agustus 2008
Sanse-Q&A
Kumpulan Q&A (Q dari saya, A dari para ahlinya di milis sansevieria_id)
1. Mungkin nggak sanse stek daun (warna ijo) menghasilkan anakan variegata atau berwarna kuning?
IS: Stek daun hijau atau variegata bisa menghasilkan anak yg variegata tapi kemungkinannya kecil sekali, satu berbanding ratusan. Kalau stek daun normal menghasilkan anakan yg albino, jangan dipisah dulu dr induknya, tunggu sampai ada keluar warna hijau dikit, jadi kalau dipisah, anakan bisa masak makanan sendiri.
FA: Mungkin, pernah percobaan lorentii saya cacah ukuran 10 cm sampai buanyak...percobaan saya taruh tempat yg "Extreme". Banyak yg mengalami mutasi, tapi kebanyakan mutasi kondisional dan bentuk.
2. Bagaimana sih pengaturan waktu antara pemberian vitamin/pupuk dan fungi/bakterisida?
IS: Kalau saya tdk ada aturannya, kalau dirasa perlu semprot, semprot saja... ;))
FA: Pupuk ya... tiap hari dipupuk tu mbak..gonta- ganti, cuampur-cuampur.
3. Kalo sudah dikasih pupuk slow release apa masih perlu disirami BI, auksin, dkk?
IS: Saya aplikasikan dua-duanya ;))
FA: Ga masalah...Liat sansi A butuh pupuk, kasih pupuk, sansi B butuh air doang ya kasih air...sansi C butuh dibuang ya dibuang biar ga menular...he. ..he. Pokoknya kebutuhannya apa penuhi aja. Enak to....
4. Andai nih, udah disemprotin fungi/bakterisida dua minggu yl tapi ternyata sekarang 1-2 pot terkena serangan, apa semua perlu disemprot atau hanya yang sakit thok?
IS: Semprot semuanya untuk pencegahan ;))
FA: Fungi dan bakterisida ya...itu kewajiban mutlak!
5. Kalo untuk mempercepat penumbuhan akar dari setek daun baiknya pake yang merek apa ya?
IS: Saya baru 2x, tdk berhasil, ada yg tidak pakai apa2, ada yg pakai hormone, yg banyak pakai, Roo*-*p, pasti tau ya... ;))
FA: Merk yg dipakai...SMO (Sekam Mentah Open), plus campuran media poros. Coba saja...liat hasilnya. Bagi...bagi. ..
PH: Stek daun ya, hanya pernah nyoba, ada yang gagal ada yang berhasil.Media menurut saya paling bagus untuk stek daun sekam mentah + pupuk kandang + tanah merah. Yang sudah berhasil fischerii, francisii, masoniana, trifasciata (lilian true, pagoda, hahnii), tom grumbley, akibat terpaksa karena patah atau daun rusak. Udah sebagian bertunas dan ada yang baru stolon, atau akar.Pengalaman saya yang saya kasih perangsang akar bentuk serbuk aplikasi langsung pada mati/busuk. yang dikasih bentuk perangsang akar bentuk cair bisa tumbuh. yang tidah dikasih perangsang akarpun tetap tumbuh. Hasil cenderung lebih kecil, melebar dan untuk trifasciata hasilnya kadang beda dengan induknya.
FM: Saya kurang berpengalaman dalam bidang stek daun. Selama ini stek daun yang saya lakukan masih banyak gagalnya, terutama yang cacahannya banyak2. Akan tetapi saya banyak sekali berhasil setek daun yang masih utuh, yang pangkalnya masih tersisa, dan itu yang ditancapkan tidak dengan menancapkan dalam2, tapi ditekan saja sedikit seperti orang menyetek Plumeria yang hanya ditegakkan saja ditanah, sampai callus dan akar dan bahkan tunasnya keluar. Kemudian baru saya tanam, Setelah tunas tumbuh, saya potong lagi daunnya untuk distek lagi dengan proses yang sama. Saya mengerti bahwa ini sekalipun tingkat keberhasilan cukup tinggi, tetapi terlalu lambat untuk produksi massal. Saya cenderung mernyarankan untuk memakai daun dengan potongan2 mengikuti metoda Chahinian dengan merendam dalam bleaching solution,lalu pakai rooting hormone. Kemudian pakai pasir malang untuk menumbuhkannya. Mungkin setekan dapat dilindungi dengan paranet. Memang kita masih perlu belajar banyak dalam hal ini.
Note: IS (Indra Susandi, Jakarta, moderator sansevieria_id@yahoogroups), FA (Fery Ayub, Sukoharjo, kolektor dan pebisnis sansevieria), FM (Fadjar Marta, pemulia, hobiis, dan kolektor tanaman hias). Tidak semua merupakan thread dengan topik yang sama, disatukan semata sebagai dokumentasi dan sarana belajar.
1. Mungkin nggak sanse stek daun (warna ijo) menghasilkan anakan variegata atau berwarna kuning?
IS: Stek daun hijau atau variegata bisa menghasilkan anak yg variegata tapi kemungkinannya kecil sekali, satu berbanding ratusan. Kalau stek daun normal menghasilkan anakan yg albino, jangan dipisah dulu dr induknya, tunggu sampai ada keluar warna hijau dikit, jadi kalau dipisah, anakan bisa masak makanan sendiri.
FA: Mungkin, pernah percobaan lorentii saya cacah ukuran 10 cm sampai buanyak...percobaan saya taruh tempat yg "Extreme". Banyak yg mengalami mutasi, tapi kebanyakan mutasi kondisional dan bentuk.
2. Bagaimana sih pengaturan waktu antara pemberian vitamin/pupuk dan fungi/bakterisida?
IS: Kalau saya tdk ada aturannya, kalau dirasa perlu semprot, semprot saja... ;))
FA: Pupuk ya... tiap hari dipupuk tu mbak..gonta- ganti, cuampur-cuampur.
3. Kalo sudah dikasih pupuk slow release apa masih perlu disirami BI, auksin, dkk?
IS: Saya aplikasikan dua-duanya ;))
FA: Ga masalah...Liat sansi A butuh pupuk, kasih pupuk, sansi B butuh air doang ya kasih air...sansi C butuh dibuang ya dibuang biar ga menular...he. ..he. Pokoknya kebutuhannya apa penuhi aja. Enak to....
4. Andai nih, udah disemprotin fungi/bakterisida dua minggu yl tapi ternyata sekarang 1-2 pot terkena serangan, apa semua perlu disemprot atau hanya yang sakit thok?
IS: Semprot semuanya untuk pencegahan ;))
FA: Fungi dan bakterisida ya...itu kewajiban mutlak!
5. Kalo untuk mempercepat penumbuhan akar dari setek daun baiknya pake yang merek apa ya?
IS: Saya baru 2x, tdk berhasil, ada yg tidak pakai apa2, ada yg pakai hormone, yg banyak pakai, Roo*-*p, pasti tau ya... ;))
FA: Merk yg dipakai...SMO (Sekam Mentah Open), plus campuran media poros. Coba saja...liat hasilnya. Bagi...bagi. ..
PH: Stek daun ya, hanya pernah nyoba, ada yang gagal ada yang berhasil.Media menurut saya paling bagus untuk stek daun sekam mentah + pupuk kandang + tanah merah. Yang sudah berhasil fischerii, francisii, masoniana, trifasciata (lilian true, pagoda, hahnii), tom grumbley, akibat terpaksa karena patah atau daun rusak. Udah sebagian bertunas dan ada yang baru stolon, atau akar.Pengalaman saya yang saya kasih perangsang akar bentuk serbuk aplikasi langsung pada mati/busuk. yang dikasih bentuk perangsang akar bentuk cair bisa tumbuh. yang tidah dikasih perangsang akarpun tetap tumbuh. Hasil cenderung lebih kecil, melebar dan untuk trifasciata hasilnya kadang beda dengan induknya.
FM: Saya kurang berpengalaman dalam bidang stek daun. Selama ini stek daun yang saya lakukan masih banyak gagalnya, terutama yang cacahannya banyak2. Akan tetapi saya banyak sekali berhasil setek daun yang masih utuh, yang pangkalnya masih tersisa, dan itu yang ditancapkan tidak dengan menancapkan dalam2, tapi ditekan saja sedikit seperti orang menyetek Plumeria yang hanya ditegakkan saja ditanah, sampai callus dan akar dan bahkan tunasnya keluar. Kemudian baru saya tanam, Setelah tunas tumbuh, saya potong lagi daunnya untuk distek lagi dengan proses yang sama. Saya mengerti bahwa ini sekalipun tingkat keberhasilan cukup tinggi, tetapi terlalu lambat untuk produksi massal. Saya cenderung mernyarankan untuk memakai daun dengan potongan2 mengikuti metoda Chahinian dengan merendam dalam bleaching solution,lalu pakai rooting hormone. Kemudian pakai pasir malang untuk menumbuhkannya. Mungkin setekan dapat dilindungi dengan paranet. Memang kita masih perlu belajar banyak dalam hal ini.
Note: IS (Indra Susandi, Jakarta, moderator sansevieria_id@yahoogroups), FA (Fery Ayub, Sukoharjo, kolektor dan pebisnis sansevieria), FM (Fadjar Marta, pemulia, hobiis, dan kolektor tanaman hias). Tidak semua merupakan thread dengan topik yang sama, disatukan semata sebagai dokumentasi dan sarana belajar.
Langganan:
Postingan (Atom)