Kamis, 21 Agustus 2008

Sanse-Javanica

Ini sanse kata buku Trubus adalah sanse asli Indo, berhabitat asli di Kepulauan Seribu. Ah masak sih? Begitu sih komen beberapa pakar domestik maupun Int'l. Emang sih, sebagian besar sanse tuh habitat aslinya di Afrika sana.

Tapi, kalo India boleh punya sanse lokal yang bernama Bandipur, masak Indonesia nggak boleh punya hihihihi....ya terserah deh, soal nama internasional serahkan aja pada ahlinya. Hanya nama dagang lokal ya Javanica. Cirinya mudah tumbuh dimana aja, cepet pula. Warna daun relatif muda kalo terpapar panas terus terusan. Seperti jenis sanse yang lain, stek daun bakal bikin dia jadi lebih roset dan dengan ukuran daun lebih pendek dari induknya. Kata saya sih bagusan hasil stek daunnya ketimbang indukan yang semrawut awut-awutan seperti gambar kiri atas. Versi mini-nya juga bagus apalagi kalo dipotin variasi dgn jenis mini yang lain juga (liat nih potonya, tengah, belakang si garis-garis)

Untuk stek daunnya nggak perlu media aneh-aneh. Cukup tancepin aja di tanah gitu, biarin aja, nggak ada perlakuan khusus. Perlakuan umum ya sama seperti merawat tanaman pada umumnya. Nggak lebih sebulan dia mulai numbuh tunas dari daun tsb. Ini asli pengalaman pribadi waktu bikin taman di depan rumah loh. Oh ya, sanse ini murmer, paling banyak ditemui di pinggiran jalan selain Laurentii. So, kalo mau punya nggak perlu beli. Aksi spanyol aja huehehehehe...maap yah...kalo saya sih beli loh! (nggak meyakinkan MODE ON)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Hello,nice post thanks for sharing?. I just joined and I am going to catch up by reading for a while. I hope I can join in soon.