Selasa, 12 Agustus 2008

Sanse-Q&A

Kumpulan Q&A (Q dari saya, A dari para ahlinya di milis sansevieria_id)

1. Mungkin nggak sanse stek daun (warna ijo) menghasilkan anakan variegata atau berwarna kuning?

IS: Stek daun hijau atau variegata bisa menghasilkan anak yg variegata tapi kemungkinannya kecil sekali, satu berbanding ratusan. Kalau stek daun normal menghasilkan anakan yg albino, jangan dipisah dulu dr induknya, tunggu sampai ada keluar warna hijau dikit, jadi kalau dipisah, anakan bisa masak makanan sendiri.
FA: Mungkin, pernah percobaan lorentii saya cacah ukuran 10 cm sampai buanyak...percobaan saya taruh tempat yg "Extreme". Banyak yg mengalami mutasi, tapi kebanyakan mutasi kondisional dan bentuk.

2. Bagaimana sih pengaturan waktu antara pemberian vitamin/pupuk dan fungi/bakterisida?

IS: Kalau saya tdk ada aturannya, kalau dirasa perlu semprot, semprot saja... ;))
FA: Pupuk ya... tiap hari dipupuk tu mbak..gonta- ganti, cuampur-cuampur.

3. Kalo sudah dikasih pupuk slow release apa masih perlu disirami BI, auksin, dkk?

IS: Saya aplikasikan dua-duanya ;))
FA: Ga masalah...Liat sansi A butuh pupuk, kasih pupuk, sansi B butuh air doang ya kasih air...sansi C butuh dibuang ya dibuang biar ga menular...he. ..he. Pokoknya kebutuhannya apa penuhi aja. Enak to....

4. Andai nih, udah disemprotin fungi/bakterisida dua minggu yl tapi ternyata sekarang 1-2 pot terkena serangan, apa semua perlu disemprot atau hanya yang sakit thok?

IS: Semprot semuanya untuk pencegahan ;))
FA: Fungi dan bakterisida ya...itu kewajiban mutlak!

5. Kalo untuk mempercepat penumbuhan akar dari setek daun baiknya pake yang merek apa ya?

IS: Saya baru 2x, tdk berhasil, ada yg tidak pakai apa2, ada yg pakai hormone, yg banyak pakai, Roo*-*p, pasti tau ya... ;))
FA: Merk yg dipakai...SMO (Sekam Mentah Open), plus campuran media poros. Coba saja...liat hasilnya. Bagi...bagi. ..

PH: Stek daun ya, hanya pernah nyoba, ada yang gagal ada yang berhasil.Media menurut saya paling bagus untuk stek daun sekam mentah + pupuk kandang + tanah merah. Yang sudah berhasil fischerii, francisii, masoniana, trifasciata (lilian true, pagoda, hahnii), tom grumbley, akibat terpaksa karena patah atau daun rusak. Udah sebagian bertunas dan ada yang baru stolon, atau akar.Pengalaman saya yang saya kasih perangsang akar bentuk serbuk aplikasi langsung pada mati/busuk. yang dikasih bentuk perangsang akar bentuk cair bisa tumbuh. yang tidah dikasih perangsang akarpun tetap tumbuh. Hasil cenderung lebih kecil, melebar dan untuk trifasciata hasilnya kadang beda dengan induknya.

FM: Saya kurang berpengalaman dalam bidang stek daun. Selama ini stek daun yang saya lakukan masih banyak gagalnya, terutama yang cacahannya banyak2. Akan tetapi saya banyak sekali berhasil setek daun yang masih utuh, yang pangkalnya masih tersisa, dan itu yang ditancapkan tidak dengan menancapkan dalam2, tapi ditekan saja sedikit seperti orang menyetek Plumeria yang hanya ditegakkan saja ditanah, sampai callus dan akar dan bahkan tunasnya keluar. Kemudian baru saya tanam, Setelah tunas tumbuh, saya potong lagi daunnya untuk distek lagi dengan proses yang sama. Saya mengerti bahwa ini sekalipun tingkat keberhasilan cukup tinggi, tetapi terlalu lambat untuk produksi massal. Saya cenderung mernyarankan untuk memakai daun dengan potongan2 mengikuti metoda Chahinian dengan merendam dalam bleaching solution,lalu pakai rooting hormone. Kemudian pakai pasir malang untuk menumbuhkannya. Mungkin setekan dapat dilindungi dengan paranet. Memang kita masih perlu belajar banyak dalam hal ini.

Note: IS (Indra Susandi, Jakarta, moderator sansevieria_id@yahoogroups), FA (Fery Ayub, Sukoharjo, kolektor dan pebisnis sansevieria), FM (Fadjar Marta, pemulia, hobiis, dan kolektor tanaman hias). Tidak semua merupakan thread dengan topik yang sama, disatukan semata sebagai dokumentasi dan sarana belajar.

Tidak ada komentar: