Sabtu 28 Juni adalah hari bersejarah buat kami. Adek yang lahir 11 Oktober 2008 (ato sekitar 8 taon kurang 4 bulan per hari tsb) resmi disunat pada pukul 11 siang lewat dikit. Sunatan dilakukan di rumah sunatan (www.rumahsunatan.com) cabang Jl. Pondasi, Kampung Ambon karena disitulah yang terdekat dari rumah kami.
Di hari sebelum sunat, Kiki izin sehari nemenin adek milih mainan permintaan (aka sogokan hehehe..). Terpilihlah salah satu seri Lego Exoforce, majalah XY Kids, dan kaos Ben10 bergambar wild mutt (gini ya nulisnya?).
Pas S-day sebelum dimulainya prosesi, inilah mereka lagi pada nyengir kesenengan. Ruang tunggu di rumah sunatan emang asyik. Banyak mainan dan ngepop dengan menampilkan wall covering berisikan tokoh jagoan klasik macem Superman, Spiderman, dan yang sempet ngetop belakangan ini: Naruto. So, ngeliat banyak mainan gitu maka adek sama sekali nggak ngerasa grogi. Dia enjoy aja dan menolak di-tapping. Sementara si kakak Alif keliatan mulai grogi dan sepanjang nunggu bergantian di-tapping oleh Kiki dan Masku.
Adek, sesuai pesanan minta disunat duluan dari kakak. Ya udah, masuklah ia dengan gagah berani di atas 2 kakinya sendiri. Naik sendiri pula ke meja sunat yang dilengkapi TV portable. Adek bilang minta ditemenin ibu. Oke, Kiki memposisikan memeluk dia sambil menghalangi pandangannya dari sang dokter yang siap dengan perkakas penyunatannya. Saat disuntik bius ia sempet teriak nangis kejer. Lalu berangsur tenang sejalan dengan tak hentinya mulutku mengajaknya bercerita tentang jagoan Exoforce yang dia punya: Haya-to, Hikaru, dan Takeshi. Kita sama-sama berimajinasi tentang pertempuran yang dilakukan mereka melawan Devastator dan 7707 (inilah asyiknya punya anak yang dominan otak kanan hehehe....). Sementara itu jemariku tak henti men-tapping secara shortcut berulang-ulang sambil terus berusaha menjaga kontak mata dengan cintaku itu hingga proses sunatan selesai.
Alhamdulillah tidak sampai 10 menit semua berakhir dengan sukses. Terkecuali untuk suamiku yang ternyata hampir pingsan sesaat setelah mendengar teriakan adek (katanya sih tekanan darahnya mendadak drop, tapi aku sih lebih percaya karena sangking sayangnya jadi nggak tega denger teriakan adek pas disuntik bius hehehe...).
Prosesi sang keponakan berlangsung lebih ruwet. Total menghabiskan waktu hampir 2 jam (dari pembujukan hingga selesai disunat). Tantangan yang lumayan berat dari ketiadaan ”trust” hik hik...
Saat semua selesai, Kiki sempetin mampir ke sang dokter mengucapkan terima kasih. Terus terang karena keburu kalut ngadepin Masku yang masih keleyengan dan membujuk kakak Alif, aku nggak sempet nanyain gimana hasil sunatan adek.
Alhamdulillah menurut dokter hasilnya baik sekali dan ia memuji Kiki karena demikian cepat membuat adek tenang hanya dengan menepuk-nepuk (sambil menggumam dalam hati: iya dok, Kiki sebenernya nggak terlalu yakin apa Kiki telah men-tapping pada titik yang benar, hanya waktu itu kepepet banget harus ikhlas dan pasrah sepenuhnya pada Alloh agar memberi pertolongan). Alhamdulillah, berkat-NYA Kiki sanggup bertahan hingga selesai proses syukuran dan bahkan sempet pula mampir liat pameran tanaman di Senayan hehehehe...
Alhamdulillah, sujud syukur pada-Mu ya Rabb...
Pulang dari Senayan dapet pot dan beberapa sanse mini. Kyut banget! (liat tiga pot yang dibelakang ya....pssst ada Kiki numpang mejeng...hayoh dimana? hehehe...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar