Daunnya keras, tebal, nge-roset dan pertumbuhannya lambat. Ditemukan dan dinamai oleh Peter Bally pada 1964. Dari hasil nguping, katanya ada dua jenis pinguiculata yang beredar di Indo. Pertama yang philipsiae, kedua yang longifolia (bener gini nulisnya ya?, kalo salah mohon maaf, mohon diluruskan). Jenis pertama lebih montok, buntek. Sementara yang jenis kedua bisa panjang-panjang gitu kayak cakar nenek sihir. Keduanya punya duri tajam di tiap ujung daunnya. So hati-hati, baiknya tidak diletakkan di area yang terjangkau tangan-tangan mungil. Untuk jenis pertama seukuran gambar ini (kira-kira lebih besar dikit dari koin 500 yang tembaga, harganya per Mei-Juni ini di sekitar 300k) ada sih yang lebih mahal, kalo prinsipnya beli apa aja asal mahal hehehe...
Waktu bayi begini, bisa rada saru bentuknya antara miss pinggu dengan mr lav 1970. Nanti setelah pada toddlers baru deh keliatan bedanya. Sabarlah menunggu 3-5 tahun lagi hehehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar