Dengan berharap cemas pagi ini aku inspeksi ke teras. Sekedar info, ini hari kedua Kiki nggak ngantor. Badan semriwing dan kepala pusing. Hanya pastinya malah lebih pusing kalo nggak segera menindaklanjuti yang kutemui di depan sana. Yep...betul banget!...itulah si Erwinia tampak merayap di sela pasir dan batang bagian bawah.
Erwinia carotova.
Namanya sekeren serangannya.
Sejenis bakteri gram negatif yang mengeluarkan semacam enzim yang kemudian menghancurkan lapisan batang dan daun. Jadilah si batang 'lenyet' atau 'penyet' atau apalah gitu yang rada yucky blucky dengan bau yang semerbak busuk. Penyebarannya cepat, so harus ditindak ASAP.
Kata buku sih, si Erwinia ini bisa ditangkal dengan menghindari kondisi basah yang berlebihan dan menjaga sanitasi di sekitarnya (ini maksudnya apa ya...lantainya dipel 1x sehari apa belum cukup? hikhik). Tapi kalo udah terlanjur kena ya mohon maaf...harus dipotong, dibuang, diberi bakterisida atau mengolesinya dengan antibiotik.
Fiuh...sounds like a torture to me...
Potong...hikhik....oke...I did that.
Buang...hikhik....oke...if I had to.
Bakterisida...antibiotik....nah loh....eng ing eng...ini yang nggak punya.
Sejauh ini, kalau memungkinkan, Kiki selalu berusaha ngasih segala yang organik. Seperti kemarin waktu ada tanda serangan cendawan, maka minyak tawon-lah sebagai obat. Simply diolesin sehari sekali dibintik calon lukanya pake cotton buds. Lah lalu kalo yang ini pake apa ya?
Oke, namanya juga percobaan. Tinkering kalo kata prof. Bruton.
So, apa yang ada di rumah ya?
Oke deh, agak melawan tata krama organik nih, kebetulan aku punya persediaan antibiotik minum banyak banget. Secara pastinya tuh antibiotik bakal jatuh ke tempat sampah maka nggak ada salahnya mencoba menggerus setengahnya, mencampur dengan segelas air matang hangat, lalu merendamkan sang sanse yang udah dicuci dan dibuangi bagian busuknya ke situ.
Setelah rendem 2-3 detik, kuanginkan lalu kuolesi betadine (hehehe...emang jatuh dari sepeda?). Lalu kubiarkan di teduhan sekitar sejaman, baru deh kutanem lagi di media pasir malang doang.
Hasilnya? Well jangan nanya sekarang.
Kasih waktu semingguan ini ya.
Kalo mati ya sudah takdirnya, kalo hidup ya juga begitu.
We'll see...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar